Call Us:   0721-8011325 or fax. 0721-8011329

posted by | No comments

Pendidikan seks merupakan upaya untuk memberikan pengetahuan tentang fungsi organ reproduksi dengan menanamkan moral, etika, serta komitmen agama agar tidak terjadi penyalahgunaan organ reproduksi tersebut. Ketidaktahuan anak tentang seks sering kali menjadi alasan pelecehan oleh orang dewasa. Anak memandang seks sebagai sesuatu yang tabu atau vulgar sehingga beranggapan apabila bertanya kepada orang terdekat akan mendapatkan penolakan. Sekolah berusaha menempatkan seks pada perspektif yang tepat dan mengubah anggapan negatif tentang seks. Dengan begitu, anak-anak memahami bahwa perubahan seksualitas adalah sesuatu yang alamiah dan wajar terjadi pada semua orang terutama remaja, selain itu juga dapat diberitahu mengenai berbagai perilaku seksual berisiko sehingga mereka dapat menghindarinya dan menjawab semua pertanyaan yang ada di benak mereka seiring dengan perubahan yang terjadi pada tubuh mereka.

Jumat, 25 Januari 2019 telah dilaksanakan penyuluhan sexual education dengan tema “happy puberty” untuk siswa kelas 4, 5, dan 6 oleh Umi Evi Ghazaly, M.Pd. selaku Direktur Penjamin Kualitas Pendidikan YPGM yang juga merupakan trainer dan motivator nasional. Siswa-siswi sangat antusias dan bersemangat mengikuti kegiatan penyuluhan ini. Ada beberapa hal yang disampaikan oleh Umi Evi yaitu:
1. Memperkenalkan organ seks yang dimiliki seperti menjelaskan anggota tubuh lainnya, termasuk menjelaskan fungsi serta cara melindunginya.
2. Memahami perbedaan jenis kelamin (laki-laki dan perempuan)
3. Menerangkan masa pubertas dan karakteristiknya, serta menerima perubahan dari bentuk tubuhnya.
4. Menjelaskan batasan-batasan dengan lawan jenis dan langkah membela diri jika terjadi pelecehan dengan menyanyikan lagu “Sentuhan Boleh dan Sentuhan Tidak Boleh”

Dengan mengikuti kegiatan ini, diharapkan agar siswa-siswi kelas 4, 5 dan 6 dapat membangun penerimaan diri sebagai individu yang siap menjadi remaja dan memahami perkembangan fisik maupun mental saat beranjak remaja, serta dapat menjaga diri dari perbuatan maupun pelecehan seksual.

Ditulis oleh Asytharika, S.Pd.
Editor Yeni Marlena, S.Pd. dan Anis Okta Fiana, S.Pd.I.

Bagikan ke sosial media 👇
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply