Call Us:   0721-8011325 or fax. 0721-8011329

posted by | 2 comments

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki kekayaan alam yang melimpah. Indonesia juga terdiri dari berbagai suku yang memiliki ragam budaya dengan keunikan tersendiri. Kedua hal ini merupakan anugerah yang harus terus dijaga dan dilestarikan oleh seluruh warga Indonesia, terutama oleh kaum muda sebagai penerus bangsa.

Untuk mempelajari semua ragam budaya dan kekayaan alam tersebut, SMA Global Madani mengadakan Study Tour dengan Tema “Appreciating Our Heritage, Fostering Our Creativity” ke berbagai tempat yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang mampu menambah wawasan global dan lingkungan bagi para peserta di Semarang, Dieng, Purbalingga, Baturaden, Magelang dan Yogyakarta selama 8 hari (11-18 Januari 2018).Acara Study Tour dilepas langsung oleh Dr. Ir. Erwanto, M.S., Selaku Pembina Yayasan Pendidikan Global Madani, dan dihadiri oleh Kepala dan Wakil Kepala SMA Global Madani, guru pendamping serta 75 siswa kelas XI. Dalam sambutan yang diberikan, Dr. Erwanto mengingatkan kepada para siswa untuk memanfaatkan kesempatan ini untuk menggali pengetahuan dan wawasan sebanyak-banyaknya, serta menjadikan kesempatan ini untuk mempererat kebersamaan sesama angkatan. Para peserta berangkat dari Kampus Sekolah Global Madani tepat pukul 08.00.

Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, para peserta study tour menyambut subuh di Masjid Agung Jawa Tengah (MJAT), Kota Semarang. Selain melaksanakan salat subuh secara berjama’ah, para peserta menikmati indahnya mentari terbit di dalam kompleks MJAT yang memiliki arsitektur luar biasa indah dan megah.

Menjelang siang, peserta study tour mempelajari sejarah datangnya warga tionghoa di Klenteng Sam Poo Kong. Para peserta begitu antusias mendengarkan penjelasan tentang misi Laksamana Ceng Ho dan para pasukannya untuk berdagang di Asia dan Afrika, hingga bisa sampai melabuhkan kapalnya di Semarang. Arsitektur bangunan-bangunan yang kental dengan budaya tionghoa memberikan nuansa layaknya di negeri tirai bambu.

Dari Kota Semarang, rombongan Study Tour beranjak ke daerah Unggaran, Kabupaten Semarang untuk mengunjungi industri jamu modern terbesar di Indonesia, PT. Sido Muncul.

Suatu kesempatan yang langka dan berharga bagi para peserta untuk dapat melihat langsung bagaimana proses pembuatan produk-produk jamu unggulan Sido Muncul. Mulai dari bahan baku, uji laboratorium, pengepakan, hingga pengolahan limbah industri. Ternyata sebungkus “Tolak Angin” berasal dari proses yang panjang dengan uji kualitas yang bertahap.

Di akhir kunjungan, para peserta diarahkan menuju kawasan Agrowisata Sido Muncul, dimana mereka bisa merasakan suasana sejuk pegunungan sambil menikmati jamu-jamu “jaman now” dari Cafe Jamu Sido Muncul. Dari PT. Sido Muncul para peserta memahami bahwa kebudayaan asli Indonesia bila dikemas dengan modern dan kreatif bisa menjadi produk yang mendunia

Dari Semarang, rombongan menempuh perjalanan menuju Kota Wonosobo untuk beristirahat sebelum mendaki di Bukit Sikunir, Dataran Tinggi Dieng. Sejak pukul 03.00 pagi, para peserta study tour sudah melakukan pendakian di Bukit Sikunir. Untuk menyaksikan mentari terbit di daratan tertinggi Pulau Jawa, Dieng Plateau. Rasa lelah selama pendakian, terbayar oleh indahnya pemandangan dari puncak Bukit Sikunir. Awan dan kabut membuat daratan layaknya negeri di atas awan. Udara dingin yang menusuk kulit sebanding dengan pemandangan yang indah. Di Bukit Sikunir, para peserta belajar betapa indahnya alam Indonesia dan itu hal yang harus terus disyukuri.

Setelah mengunjungi Bukit Sikunir, para peserta Study tour mengunjungi kawasan Kawah Sikidang. Di kawasan ini, para peserta mempelajari potensi sumber daya alam yang cukup besar, yakni energi panas bumi yang saat ini dikelola olah PT. Dipa Energi Dieng dan PLN. Selain itu, para peserta juga menikmati aktivitas-aktivitas yang ditawarkan di Kawah Sikidang, seperti Flying Fox, Motor Trail dan sebagainya. Setelah itu, para peserta study tour menikmati sarapan sambil ditiup semilir udara segar pegunungan, dimanjakan oleh pemandangan hijau khas dataran tinggi, lalu menikmati jalan pagi di perkebunan sambil belajar sejarah di Komplek Candi Arjuna.

Bertolak dari Wonosobo, rombongan study tour berangkat menuju Purbalingga, tepatnya ke Akuarium Raksasa Purbasari. Di tempat ini, para peserta belajar tentang berbagai spesies ikan air tawar mulai dari yang habitatnya di Indonesia sampai dengan yang habitatnya di Amazon. Para peserta study tour dapat melihat sendiri wujud asli Ikan Piranha yang terkenal ganas serta Arapaima Gigas, ikan raksasa yang panjangnya mencapai 3 m dengan berat sampai 150 kg. Selain itu, para peserta juga bisa merasakan relaksasi ikan dan menonton serunya film 3D tentang konservasi alam.

Keesokan harinya, rombongan study tour berkeliling dunia. Ya, berkeliling dunia miniatur di Taman Miniatur Dunia Small World, Baturaden. Di taman ini, para peserta mengenal bangunan-bangunan yang menjadi ikon negara-negara di belahan dunia, dari Asia sampai Eropa. Suasana sejuk khas dataran tinggi membuat suasana berkeliling dunia ‘miniatur’ terasa menyenangkan.

Keesokan harinya, bertempat di Museum Taruna Abdul Djalil di kompleks Akademi Militer Magelang, para rombongan study tour kembali melanjutkan pembelajarannya. Kali ini para peserta mendapat pengetahuan seputar Akmil dan Taruna yang disampaikan oleh Bapak AD Martono. Beliau memaparkan dengan jelas apa saja persyaratan yang harus disiapkan untuk bisa menjadi Taruna Akmil, yakni persiapan fisik, akademik, dan kepribadian.

“Masa sekolah harus digunakan untuk terus belajar, jangan disia-siakan. Jangan sampai menyesal di kemudian hari.” Beliau menutup sambutannya dengan nasehat bagi para peserta study tour.

Beliau juga mengajarkan bagaimana latihan fisik yang benar serta menemani para peserta study tour untuk mengunjungi tiap ruang museum, mulai dari ruang yang berisi koleksi dan barang-barang bersejarah berkaitan tentang Akmil sampai ruang yang berisi senjata.

Para peserta juga diajak untuk berkeliling kompleks Akmil dan melihat kegiatan taruna yang sedang melakukan latihan fisik. Kunjungan ke Akademi Militer ini diharapkan bisa memupuk rasa cinta tanah air dan rasa bangga terhadap Tentara Negara Indonesia.

Setelah berkeliling di beberapa destinasi di Jawa Tengah, para peserta study tour memacu adrenalin dengan arung jeram di Sungai Elo, Magelang. Perjalanan sejauh 12,5 km menyusuri sungai diisi dengan penuh tawa, kebersamaan dan tentu saja keseruan. Para peserta diuji kekompakan dan adrenalin untuk dapat menaklukan tiap jeram yang mereka lewati. Selain itu, pinggiran sungai menampilkan betapa asrinya alam sekitar Sungai Elo.

Dari Magelang peserta study tour beranjak menuju kota pendidikan Yogyakarta. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (FK UGM). Di dalam Auditorium FK UGM, para peserta study tour mendapatkan pengenalan tentang FK UGM yang disampaikan oleh dr. Arfin, salah satu staf pengajar di sana. Selain itu, dr. Arfin juga berkenan menjelaskan secara singkat anotomi manusia melalui gambar-gambar asli tubuh manusia, yang tentu saja membuat para peserta study tour antusias. Setelah sesi tanya jawab, para peserta study tour juga diberi kesempatan untuk mengunjungi museum anatomi dan patologi di kompleks FK UGM, yang berisi preparat-preparat dari bagian-bagian tubuh manusia.

Dari kampus tertua di Indonesia, rombongan study tour menuju kawasan Kaliurang, tepatnya ke Museum Jawa Kuno Ullen Sentalu. Di Museum ini para peserta belajar tentang sejarah Kerajaan Mataram hingga saat ini. Selain itu, para peserta juga mengenal tokoh-tokoh penting di Kesultanan Yogyakarta dan Surakarta, kisah hidupnya, serta karya dan barang peninggalannya. Para peserta juga belajar tentang makna dari motif batik khas Yokyakarta dan Solo serta mitos berkaitan dengan motif tersebut.
Sayangnya para peserta tidak diperbolehkan mengambil gambar ataupun video di dalam museum. Para peserta hanya dizinkan mengambil gambar di pintu masuk dan di depan replika salah satu relief di Candi Borobudur, yang dipasang miring. Mencerminkan keprihatinan terhadap anak muda jaman sekarang yang tidak menghargai budaya bangsa.

Hari terakhir di Yogyakarta rombongan study tour melakukan wisata budaya di Kampung Plaosan dengan menggunakan sepada ontel. Jalur yang dilalui oleh peserta study tour adalah Candi Sewu, Candi Kembar Plaosan, tempat pembuatan tempe tradisional, home industry pembuatan tahu, pembuatan emping melinjo, pengrajin batu bata, pengrajin angklung jawa dan Paseban Candi Kembar. Selain mendapat ilmu dan pengalaman dari setiap tempat yang dikunjungi, para peserta study tour dapat menikmati keindahan alam dan keramahtamahan warga khas pedesaaan.

Bertolak dari Yogyakarta, rombongan study tour kembali pulang ke Bandarlampung. Di perjalanan pulang, rombongan study tour mengadakan gathering dalam rangka memperat kebersamaan antar peserta serta sebagai tanda berakhirnya rangkaian study tour 2018.

Semoga seluruh rangkaian study tour SMA Global Madani tahun akademik 2017/2018 memberikan manfaat kepada seluruh peserta agar terus bersyukur dan menjaga kelestarian alam dan budaya yang ada di Indonesia, sehingga mereka sempurna menjadi Insan Islami Cerdas Bermartabat.

Written by     : Ahmad Naufal Ummam, S.Pd., Gr.
Editor by       : Rofi’ Darojat, Lc., M.H.I.
Uploaded by : M. Syaifudin, S.Kom.

Bagikan ke sosial media 👇
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

2 comments

  1. farazain nabilah hanun

Trackback e pingback

No trackback or pingback available for this article

Leave a Reply