Call Us:   0721-8011325 or fax. 0721-8011329

posted by | No comments

Pada hakikatnya, menjadi seorang guru dibutuhkan komitmen dan motivasi yang kuat. Komitmen dan motivasi yang kuat tersebut tidak cukup sebatas cita-cita saja, melainkan butuh sebuah komitmen nyata bahwa sejatinya guru adalah agent of change, agen perubahan untuk semua peserta didiknya. Dasar komitmen ini akan menjadi kuat ketika kita memandang siswa kita sebagai anak dan keluarga besar kita serta mereka semua adalah manusia pembelajar. Guru tidak akan pernah bisa menjadi agent of change (agen perubahan) bagi para siswanya, manakala ia tidak membekali dirinya dengan berbagai macam pengetahuan, pengalaman dan informasi. Karena proses belajar itu mirip dengan makan, harus diawali dengan SELERA. Sebelum mengajar, SELERA perlu dibangkitkan terlebih dahulu, apabila hal tersebut sudah dibangkitkan maka siswa akan melahap materi ajar sama seperti mereka mengonsumsi pizza.

Mengawali aktifitas di semester genap tahun 2018 ini, salah satu kegiatan terstruktur yang dilakukan oleh Yayasan Pendidikan Global Madani dalam memelihara aset (guru) yang dimilikinya agar mampu menjadi agent of change bagi para siswanya adalah memberi nutrisi dan gizi berupa workshop berkala kepada mereka. Ya, tepatnya pada tanggal 4-5 Januari 2018 yang lalu bertempat di Aula As-Salam, Yayasan Pendidikan Global Madani menyelenggarakan kegiatan Workshop Penerapan Multiple Intelligences dan Bedah Kelas. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan staff SD, SMP dan SMA Global Madani. Kegiatan ini disampaikan secara langsung oleh salah satu murid dan tim dari Bapak Munif Chatib (Pakar Multiple Intelligences dan Penulis Buku Sekolah dan Gurunya Manusia) yang didatangkan secara langsung dari Jakarta yaitu Ust. Herdin Nurdin M.M.. Selain sebagai seorang Trainer School of Human Training Centre dan Trainer GLC Indonesia, beliau juga adalah konsultan pendidikan yang mengonsultasi lebih dari 12 sekolah, baik di Jakarta, Depok, Bekasi ataupun Padang. Kehadiran beliau ke Sekolah Global Madani untuk berbagi pengetahuan kali ini bukan untuk yang pertama kalinya, melainkan untuk yang kesekian kalinya.

Untuk menguatkan kembali bagaimana langkah yang harus ditempuh oleh para guru agar terus menjadi guru yang dirindukan siswa, maka pada hari pertama kegiatan ini, materi yang diberikan adalah Menjadi Guru yang Dirindukan dan Strategi Multiple Intelligences. Pada hari pertama ini, para guru disuguhkan tentang bagaimana tekhnik mengelola kelas, mulai dari perencanaan, pengelolaan kelas, penggunaan ice breaking, metode menggali kemampuan siswa, memahami karakter dan kemampuan masing-masing siswa, hingga evaluasi pembelajaran dengan menggunakan metode dan langkah yang cukup menarik serta menyenangkan, sehingga proses kegiatan pembelajaran dapat berjalan lebih menyenangkan. Materi pada hari pertama kegiatan ini perlu dicuatkan kembali, karena prestasi yang dicapai oleh siswa pada hakikatnya tidak sebatas hanya pada angka-angka kognitif akademik saja, melainkan jauh lebih daripada itu. Prestasi akademik yang terpenting adalah proses bagaimana anak kita belajar. Hasil dari belajar itu hanya sebuah dampak saja, namun pengalaman belajar itulah yang akan menjadi prestasi sebenarnya bagi anak kita (discovering activities). Ketika prosesnya hebat, maka in syaa Allah hasilnya dahsyat. Pada materi hari pertama ini juga, beliau membuka kembali kepada seluruh guru bahwa pada hakikatnya semua pelajaran adalah mudah. Sebab, inti dari pembelajaran adalah data informasi. Pelajaran menjadi sulit karena cara menyampaikan informasi tersebut yang tidak sinkron. Karena hambatan yang akan dihadapi anak selama proses pembelajaran bisa jadi berupa hambatan intervensi karena guru tidak bisa mengajar, hambatan brain (keterbatasan otak) dan hambatan motivasi. Artinya, jika gaya mengajar guru sama dengan gaya belajar siswa, maka semua pelajaran akan menjadi mudah dan menyenangkan. Oleh karena itu, tantangan guru dan siswa adalah memahami gaya mengajar dan gaya belajar.

Setelah resep untuk menjadi guru yang dirindukan dan strategi multiple intelligences telah didapatkan, maka hal lain yang tidak kalah penting dan butuh digali kembali adalah proses bedah kelas. Pada hari kedua kegiatan ini, agenda dilanjutkan dengan materi bedah kelas. Pada sesi ini, semua guru ditantang untuk meredisign kembali tata kelola dan letak seluruh isi kelas. Pada sesi ini, sebelum proses bedah kelas dilakukan, Ust. Herdin Nurdin, M.M. memberikan materi singkat serta guideline detail tentang berbagai jenis display apa saja yang perlu diperhatikan saat membedah kelas, di antaranya ; display mata pelajaran, visi misi sekolah, tokoh, aturan kelas, karakter, emosi, prestasi siswa hingga relax corner. Kegiatan bedah kelas ini dilakukan untuk 8 kelas, dilaksanakan dengan kerja kolektif dan kerja tim. 12 orang guru memiliki tanggung jawab untuk membedah dan membuat satu ruang kelas menjadi lebih indah dan nyaman. Kegiatan ini dimulai sejak pukul 08.30 WIB dan berakhir pada pukul 16.30 WIB. Melalui kegiatan bedah kelas ini beliau mengingatkan kembali kepada seluruh guru, bahwa modal membedah kelas tidak dibutuhkan biaya yang mahal, namun dapat menggunakan berbagai macam media dan alat yang tersedia di sekitar kita. Dengan kegiatan ini, setiap guru mampu menciptakan kondisi kelas yang nyaman dan tentram.

Alhamdulilah, kegiatan Workshop Penerapan Multiple Intelligences dan Bedah Kelas untuk awal semester genap ini dapat berjalan dengan baik dan memuaskan. Dari kegiatan workshop ini dapat disimpulkan bahwa  strategi mengajar, pengelolaan pembelajaran, pengelolaan kelas dan pemahaman terhadap gaya belajar masing-masing siswa menjadi prinsip dan modal awal dalam mendidik siswa. Apabila strategi mengajar dengan sistem discovering activities dan bedah kelas dapat dilaksanakan secara maksimal, maka keberadaan sekolah akan mempu membuat siswa merasa seperti berada di rumah mereka sendiri dan sekolah akan menjadi tempat kedua setelah rumah mereka.

Semoga workshop ini dapat memotivasi seluruh pendidik di Sekolah Global Madani untuk dapat menghadirkan proses pendidikan terbaik bagi para siswanya. Menjadikan Sekolah Global Madani sebagai tempat bagi para siswa mendapat pengalaman manis, menjadi tempat pemantik rasa ingin tahu mereka sehingga setiap special moment di sekolah akan terekam seumur hidup dan otomatis menjadi pendorong kecerdasan semua siswa serta memberi informasi kepada mereka tentang ilmu-ilmu masa depan yang akan dibutuhkan untuk sukses menjadi manusia yang punya manfaat bagi banyak orang.

Written by     : Rofi’ Darojat, Lc., M.H.I.
Uploaded by : M. Syaifudin, S.Kom.

Bagikan ke sosial media 👇
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply