Call Us:   0721-8011325 or fax. 0721-8011329

posted by | No comments

“Negeri kita kaya raya. Berjiwa besarlah, berimajinasilah. Gali! Bekerja! Gali! Bekerja!. Kita adalah satu tanah air paling cantik di dunia” (Ir. Soekarno)

Mari kita semua sejenak mengingat kembali apa yang pernah disampaikan oleh bapak proklamator kita Ir. Soekarno tersebut. Sejatinya, kalimat ini memiliki kedalaman makna yang sepatutnya dicerna, diresapi dan dilaksanakan oleh segenap bangsa ini. Kita adalah bangsa yang kaya, bangsa yang besar yang sepatutnya percaya dan optimis pada kekuatan sendiri sebagai suatu bangsa, selalu berimajinasi untuk terus membangun negeri, mempertahankan negeri dengan darah dan cucuran keringat sendiri. Karena bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sendiri, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.

Sebagai wujud bakti cinta kepada negeri dan langkah mencerna, meresapi serta melaksanakan pesan ini, alhamdulilahi rabbil `alamin, pada Sabtu, 17 Agustus 2019 disaat bangsa ini genap mencapai usia kemerdekaannya yang ke-74, segenap sivitas SMA Global Madani dengan khidmat melaksanakan upacara bendera memperingati hari kemerdekaan bangsa ini. Dalam upacara yang dilaksanakan di lapangan Perguruan Tinggi Al-Madani kali ini, inspektur upacara dipimpin langsung oleh kepala SMA Global Madani Ust. Rofi` Darojat, Lc., M.H. . Dalam amanatnya pagi ini beliau menyampaikan tiga poin terpenting terkait dengan kemerdekaan. Pertama; perlunya refleksi terhadap sejarah kemerdekaan bangsa ini. Bangsa ini merdeka bukan tanpa doa, usaha, andil dari para ulama dan campur tangan Allah SWT. Bangsa ini dapat mencapai puncak kemerdekaannya karena tekad yang senantiasa mereka gelorakan di dalam hati mereka salah satunya adalah firman Allah SWT surat Shaf ayat 10-11, dimana ayat ini senantiasa digunakan oleh mereka untuk menggelorakan semangat berjihad karena Allah. Kedua; kemerdekaan yang telah diraih dan diupayakan oleh para founding father serta pejuang dengan perasan keringat, pemikiran dan tidak sedikit cucuran air mata sudah sepatutnya kita representasikan menjadi kemerdekaan yang membuat bangsa ini mulia. Mulia karena tidak adanya kembali penghambaan manusia kepada manusia dikarenakan saling haus akan kekuasaan dan mementingkan kepentingan pribadi, melainkan mulia karena segenap lini bangsa ini menjadi manusia seutuhnya yang menggoyangkan langit dan menggemparkan darat dengan penghambaan kepada tuhan yang Maha Esa. Ketiga; perlunya memahami kemerdekaan yang sebenarnya dari kisah nabi Ibrahim yang membebaskan diri dari orientasi hidup yang keliru, nabi Musa yang membebaskan bangsanya dari keseombongan dan keangkuhan rezim penguasa dan Nabi Muhammad SAW yang membebaskan kaumnya dari tiga penjajahan; disorientasi hidup, penindasan ekonomi dimana kekayaan negeri berputar hanya pada kelompok tertentu dan kezaliman sosial.

Maka sudah sepatutnya, sebagai generasi penerus estafet perjuangan bangsa ini, kita mulai mengisi kemerdekaan dengan menggelorakan semangat berimajnasi, bekerja dan senantiasa berkarya agar kita tidak menjadi bangsa yang hidup dari dua sen sehari. Bangsa yang kerja keras, bukan bangsa tempe yang menjadi kuli di negeri sendiri. Bangsa yang rela menderita demi pembelian cita-cita. Karena Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu bangsa sebelum bangsa tersebut mengubah nasibnya sendiri. Karena hakikatnya bangsa yang telah sanggup mempertahankan negerinya dengan usahanya sendiri, maka pada saat itu bangsa itu telah masak untuk kemerdekaan yang sejati.

Wahai para pemuda pelanjut estafet perjuangan bangsa, ingatlah bahwa bangsa kita adalah bangsa yang kaya, bangsa yang memiliki tanah air paling cantik di dunia. Berjiwa besarlah, karena kemerdekaan bangsa ini barulah sejati jika dengan kemerdekaan itu kita menemukan keperibadian kita sendiri. Kemakmuran sejatinya hanya dapat diperoleh dan diamankan oleh sebuah bangsa yang semangatnya terus menggelora dan mengamuk dengan tekad “Merdeka atau Mati!”

Selamat menuju Indonesia yang unggul. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri, akan dapat berdiri tegak dan kuat serta berdaulat.

Written by : Rofi` Darojat, Lc., M.H.
Upload by : M. Syaifudin, S.Kom.

Leave a Reply