Pada tanggal 2 Mei 2026, bangsa Indonesia kembali memperingati Hari Pendidikan Nasional sebagai momentum untuk mengenang jasa Ki Hajar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan nasional yang memperjuangkan hak pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa membedakan status sosial. Dari perjuangan beliau, kita belajar bahwa pendidikan bukan hanya hak setiap individu, tetapi juga jalan penting untuk membangun kemajuan bangsa.
Salah satu ajaran beliau yang sangat dikenal adalah semboyan: Ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani. Makna tut wuri handayani adalah bahwa seorang pendidik dari belakang memberikan dorongan, arahan, dan motivasi kepada peserta didik. Pendidikan tidak sekadar berlangsung di depan kelas melalui proses mengajar, tetapi juga melalui pendampingan, dukungan, dan keteladanan agar peserta didik mampu berkembang menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab.
Nilai tersebut sangat relevan dengan kehidupan pelajar saat ini. Guru telah membimbing, orang tua telah mendukung dan mengupayakan pendidikan yang terbaik, namun pada akhirnya keberhasilan ditentukan oleh diri sendiri. Apakah seseorang mau berusaha atau terus menunda? Apakah mau disiplin atau tetap larut dalam kebiasaan yang kurang bermanfaat?
Di era sekarang, tantangan utama bukan lagi terbatasnya akses terhadap pendidikan, melainkan bagaimana memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya. Tidak dapat dipungkiri, banyak peserta didik yang masih mudah terdistraksi oleh media sosial, menunda pekerjaan, dan kurang fokus dalam belajar. Padahal, kebiasaan-kebiasaan kecil tersebut dapat memberikan pengaruh besar terhadap masa depan.
Menjelang pelaksanaan Ujian Sumatif Akhir Tahun yang akan dilaksanakan dua pekan lagi, momentum Hari Pendidikan Nasional ini hendaknya menjadi pengingat untuk terus memperbaiki diri. Perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah sederhana, seperti:
• Mengatur waktu dengan baik dan tidak menunda pekerjaan.
• Memanfaatkan waktu secara bijak dan produktif.
• Menjaga kejujuran dalam setiap proses pembelajaran dan menghindari kecurangan.
Sebab sejatinya, kesuksesan tidak ditentukan hanya oleh satu ujian, melainkan oleh kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten setiap hari.
Melalui peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini, mari memaknai pendidikan sebagai proses membangun diri. Pendidikan bukan hanya tentang menjadi pribadi yang cerdas secara akademik, tetapi juga tentang membentuk karakter, tanggung jawab, dan kesiapan dalam menghadapi masa depan.
Writer : Chintya Mutiara Dewi, S.Pd., Gr.
Editor : Novaristiana R., S.Pd., Gr.
